Kiper Juventus Gianluigi Buffon mengaku senang-senang hanya bisa kritik – tidak pernah terdengar asal. Kritik yang retak nya dikutip oleh situs casino online indonesia.

Dalam beberapa pihak belakangan Buffon dikritik karena kesalahan, seperti membela tim nasional Italia dan juga partai melawan Udinese di Serie A akhir pekan lalu.

Namun, Buffon pertengahan pekan ini tampil impresif di tujuan dalam kemenangan 1-0 Bianconeri di markas Lyon di Liga Champions, untuk membungkam kritik.

[Baca juga: Buffon Pameran Action, Buktikan sendiri tidak mati]

“Apa reaksi saya setelah membuat kesalahan? Saya terkejut, saya tidak terbiasa dengan hal itu sehingga ketika terjadi saya mengalami kesulitan untuk menerimanya,” kata Buffon kepada Corriere della Sera dikutip Football Italia.

“Apa yang saya kritis terhadap diri saya? Sangat, (setelah membuat kesalahan) saya masih kocok diri secara fisik dan mental selama beberapa hari, ada kesalahan tertentu yang saya tidak bisa menerima. Mengenai kritik, risiko menjadi masokis : I love it itu melecut saya, kalau tidak saya akan berhenti bermain Tapi aku terganggu ketika kritik itu menyentuh hal-hal tertentu, saya pikir dalam karir saya 22 tahun saya sudah membuktikan sesuatu Dan musim baik saya bertahan juga adalah tiga tahun… lalu, aku masih penting di Piala Eropa, di dalam dan luar lapangan.

“Bagaimana saya bisa menilai pertandingan melawan Lyon? Tentu. Aku bermain untuk membuktikan menjadi berbeda dari yang lain, yang pada usia 38 tahun saya masih bisa melakukan hal-hal yang orang lain belum melakukannya. Itu tantangan bagi saya,” dia berkata.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here