Masyarakat berbondong-bondong menggelar nonton bersama film G30S/PKI. Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai tak perlu ada yang diperdebatkan kembali dengan pemutaran film garapan Arifin C. Noer itu.

Baca : Kasus Dalam Permainan Togel Online

Politisi Partai Gerindra itu menilai isi dari film produksi 1984 itu secara kontekstual mendekati fakta. “Film yang sangat mendekati kenyataan,” kata Fadli dalam diskusi bertema Pancasila Komunisme dan Pengkhianatan terhadap Negara, di Jalan Brawijaya VIII, Jakarta Selatan, Jumat 29 September 2017.

Menurut Fadli, kekejaman PKI sudah terbukti dalam kajian dan sejarah. “Saya banyak komunikasi dengan saksi sejarah. Saya juga mewancarai kekejaman PKI pada 1948. Ini yang saya bilang menyangkut masalah komunisme,” kata dia.

Ketua Umum Syarikat Kebangkitan Pemuda Islam (SKPI) Farhan Hasan mengatakan nonton bareng adalah upaya untuk mengingatkan masyarakat, terutama pemuda, tentang sejarah kelam bangsa Indonesia.

“Kami yakin komunis itu masih ada, mak kita wajib mengingatkan pemuda akan bahaya komunis,” kata dia.

Menurut Farhan, kemunculan komunisme saat ini berbeda dari masa lalu. Menurutnya, paham ini merasuki pemuda dengan pemikiran-pemikiran negatif, sehingga pemuda dijauhkan dari agama.

“Masyarakat, khususnya pemuda, saat ini sudah jauh dari nilai-nilai agama. Agama sudah dipisahkan dari sendi-sendi kehidupan,” katanya.

Oleh karena itu, ia menilai gagasan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang menggelorakan kembali nonton film G30S/PKI adalah ajakan positif. Menurutnya, cara ini dapat mengingatkan kembali masyarakat akan sejarah kelam bangsa Indonesia.

Sekjen SKPI Fauzan Rachmansyah mengatakan sejarah kelam yang pernah terjadi harus diwaspadai dan diingat. “Komunisme dan materialisme adalah musuh yang nyata,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here